5 January 2013

Liverpool FC: Our Scouting System


Menarik bahasan yang dibuat oleh @indoliverpoolfc & @lfcoverview_ tentang sistem scouting Liverpool. Tadinya saya pesimistis untuk menjadi pemenang di kuis diskusi tersebut karena banyaknya followers tampaknya akan membuat tweet-tweet yang saya buat tenggelam dan sulit di cari di kolom search, selain itu juga saya berfikir bahwa dengan terbatasnya media Twitter yang hanya menyediakan 140 karater untuk berbagi pendapat menjadi hambatan, lalu saya memutuskan untuk menulis ini, bahasan yang menarik. Here we go!



Pertanyaan pertama, kenapa Ian Ayre yang di jadikan picture dari tulisan ini? Hal itu di sebabkan sejak Damien Commolli dipastikan keluar dari Liverpool karena dianggap melakukan negosiasi dengan tidak benar yaitu menggunakan dana klub dengan semena-mena. Lihatlah deal kita di summer Juli-Agustus 2011 dimana kita menggunkan fresh money dari FSG dengan jumlah total £105M masing-masing untuk pemain-pemain yang telah kita ketahui. Apa hasilnya sejauh ini, League Cup + 8th in the league. Jumlah investasi yang sangat tidak sebanding dengan apa yang terjadi dilapangan. Kita & pemilik mengharapkan kita bersaing untuk at least, di Top 4, hal ini yang pasti saya akan dimarahi oleh Kenny Dalglish karena berfikir terlalu pesimis untuk ukuran supporter Liverpool dan klub sendiri yang seharusnya bersaing untuk gelar juara.

Lalu Commolli pergi dan sistem dengan menggunakan perannya sebagai Director of Football ditiadakan dan dialihkan menjadi sebuah tim scout yang di maksudkan untuk memberikan masukan kepada tim pengembangan tim yang termasuk didalamnya adalah manager tim, yang saat ini dipegang kendalinya oleh Brendan Rodgers. Chief Scouts itu dikepalai oleh 2 orang dari Manchester City, Dave Fallows dan Barry Hunter. Tapi sang negoisator diserahkan kepada Managing Director yang kegemarannya mengendarai Harley Davidson mengelilingi Liverpool City, Ian Ayre.

Ayre punya wewenang baru selain melakukan deal dengan sponsor-sponsor LFC dimana ia berhasil nge-deal dengan Standard Chartered, Warrior, Garuda Indonesia, dan sebuah pabrikan mobil asal Amerika Serikat yang baru saja merilis iklannya dengan menggambungkan wajah pemain ManUtd dengan Liverpool, Chevrolet. Ayre sangat bagus dalam deal bisnis ini, karena menurut saya membuat deal dengan sponsor-sponsor itu ia tidak diberikan tenggat waktu, tidak seperti transfer window klub. Punya resume sebagai pebisnis dibidang sepakbola dan komersial di TV olahraga mulai dari UK hingga Asia.

Ia bisa dibilang lebih baik dari Commolli soal negosiasi, Assaidi digaet hanya dengan £3M, Borini dengan £12M dan Joe Allen yang £15M tapi tidak dengan masa tenggat waktu transfer window. Lihat deal dengan Clint Dempsey dan Gylfi Sidgursson dua-duanya lepas ke Tottenham, Ayre 0-2 Daniel Levy. Cara dealnya yg kelihatan bertipe tarik-ulur bagus untuk deal tanpa tenggat waktu, tapi saat anda berada di transfer deadline day, hal tersebut boleh dilakukan tapi lihatlah kebutuhan tim. We were and are still craving for one player that can finish those bloody chances created by other Liverpool players, we just can’t finish them!

Dempsey dan Sidgursson memang bukan finisher sejati, tapi merekalah yang diinginkan oleh manager. Ada peranan FSG dimana mereka juga tidak bisa memberikan jumlah uang yang diinginkan oleh Fulham (Dempsey) dan personal contract term dengan Sidgursson. Tanpa adanya seseorang yang punya pengalaman dalam dunia sepakbola, sulit buat FSG dan Ian Ayre untuk berfikir dalam football manner karena ini sepakbola yang berhubungan dengan prestasi, bukan hanya uang. Jika FSG dan Ayre setuju dengan saya, maka mereka akan mengeluarkan uang lebih banyak yang tidak sampai £1M untuk Dempsey dan memberikan gaji sedikit lebih banyak untuk Sidgursson. Jika manager yang telah diberikan setiap pemain sesuai dengan keinginannya, dan tetap gagal berprestasi maka panggilah dia dan di mintai pertanggung jawaban. Percayalah, bahwa uang berada di jalur yang sama dengan prestasi.

Beberapa waktu ini, kita disuguhi bahwa playmaker asal Jerman yang bermain untuk Schalke 04, Lewis Holtby, dihubung-hubungkan. Menilik dari sudut keluarga, Holtby yang punya Ayah orang Merseyside, despite he is an Evertonian, punya kans besar memilih untuk mudik ke kampung Ayahnya dimana Liverpool kebetulan menginginkannya. Well, teori ini terpatahkan jika media ternyata mengarang bebas, dan sang Ayah mempengaruhi Holtby untuk jauh-jauh dari LFC.Tapi jika benar, maka selain di atas lapangan berkali-kali kalah dari Tottenham, kita juga kalah di meja negosiasi. Ayre 0-3 Daniel Levy.

At the end of this writings, I’d like to tell that it is better for Ian Ayre to come back as a CEO or Commercial Director and it is because we need people that understand football to their roots not just a pretty much rookie, therefore, as a conclusion, I’ve a better person as a director of football or managing director you name it, he is called, Daniel Levy of Tottenham Hotspurs.

@MahendraSatya

No comments:

Post a Comment